Tampilkan postingan dengan label smk 17. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smk 17. Tampilkan semua postingan

OSIS SMK 17 AGUSTUS 1945 TEGALDLIMO

Dalam upaya mengenal, memahami dan mengelola Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), diperlukan kejelasan mengenai pengertian dan peranan tentang Organisasi Siswa Intra Sekolah itu sendiri. Dengan pengertian dan peranan yang jelas, akan membantu para pengurus OSIS, pembina, dan perwakilan kelas untuk mendayagunakan OSIS, sesuai dengan fungsinya.
Secara sistematis OSIS mempunyai pengertian: Kelompok kerja sama antara pribadi, yang pesertanya adalah siswa pada satuan pendidikan sesuai jenjangnya, yang terletak di dalam dan di antara lingkungan sekolah, yang tugasnya berkesinambungan guna mencapai tujuan bersama. Sedangkan secara organisasi pengertian OSIS itu sendiri merupakan salah satu jalur pembinaan kesiswaan, dan merupakan salah satu sistem yang berfungsi sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Guna menunjang peranan pengurus OSIS maka perlu ditumbuhkan sifat-sifat kepemimpinan. Oleh karena itu perlu disampaikan pula dalam sebuah pelatihan dasar atau upgrading bagi pengurus OSIS tentang materi kepemimpinan, macam-macam dan tipe seorang pemimpin. Akhir dari kegiatan ini, ditekankan sekali lagi dalam evaluasi bahwa sebagai suatu organisasi OSIS, tetap perlu memperhatikan faktor-faktor yang sangat berperan agar OSIS dapat senantiasa hidup dalam arti memiliki kemampuan beradaptasi agar tetap eksis. Faktor-faktor tersebut antara lain: sumber daya, efisiensi, koordinasi kegiatan dengan lingkungan luar, dan terpenuhinya fungsi dan peran seluruh komponen (pengurus OSIS, perwakilan kelas, pembina OSIS, pihak sekolah dan masyarakat luas, termasuk para orangtua siswa).

Apa sih OSIS itu?

OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) merupakan satu-satunya organisasi kesiswaan yang berada di lingkungan sekolah. Tujuan didirikannya OSIS adalah untuk melatih siswa dalam berorganisasi dengan baik dan menjalankan kegiatan sekolah yang berhubungan dengan siswa.
Sebagai satu-satunya wadah organisasi siswa di sekolah untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan kesiswaan yang selaras dengan visi misi sekolah maka organisasi ini bersifat intra sekolah, artinya tidak ada hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain, dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah. Karena OSIS sendiri merupakan wadah organisasi siswa di sekolah. Oleh karena itu setiap siswa secara otomatis menjadi anggota OSIS. Keanggotaan itu secara otomatis berakhir dengan keluarnya siswa dari sekolah yang bersangkutan.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh OSIS dapat dibagi atas 2 macam kegiatan, yaitu kegiatan rutin dan kegiatan insidentil. Contoh kegiatan rutin adalah melaksanakan peringatan Hari Besar Agama Islam, peringatan Hari Besar Nasional, Latihan Kepemimpinan, Peringatan Hari Jadi Sekolah, Masa Orientasi Siswa baru, latihan pidato, senam bersama, penerbitan mading dan lain-lain. Dalam pengertian bahwa kegiatan tersebut sudah dijadwalkan terlebih dahulu dan bersifat rutin diadakan, entah tiap tahun, tiap bulan atau tiap minggu.
Sedangkan kegiatan insidentil adalah berupa kegiatan yang sifatnya tidak rutin hanya sesekali diadakan sesuai dengan aspirasi yang berkembang atau disebabkan adanya instruksi dari pihak sekolah. Contoh kegiatan insidentil adalah pelaksanaan seminar anti narkoba, pelatihan pengolahan limbah sampah organik, mengikuti lomba yang diadakan di luar sekolah, mengirimkan utusan dalam sebuah kegiatan seni atau agama dan lain-lain.

Susunan pengurus OSIS terdiri setidaknya atas Pengurus Inti dan Seksi-seksi. Pengurus inti terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Adapun seksi-seksi dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di sekolah masing-masing. Penamaan seksi atau bidangnya pun macam-macam. Ada seksi keagamaan (ada juga yang menyebutnya seksi Kerohanian Islam, seksi Pembinaan Ketaqwaan terhadap Tuhan YME dll), seksi kepemimpinan (beberapa OSIS menyebutnya seksi Bela Negara, atau seksi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, atau seksi Pembinaan Organisasi dan Pendidikan Politik),  seksi Humas (hubungan kemasyarakatan, seksi Olahraga (ada yang menyebutnya seksi Kesehatan Jasmani), seksi Seni dan Bahasa (di beberapa OSIS menyebutnya seksi Apresiasi dan Kreasi Seni serta Berbahasa), seksi Keterampilan dan Kewiraswastaan, Seksi Pembinaan Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur dan mungkin masih ada sejumlah seksi lainnya.

Kepengurusan OSIS selalu diganti setiap tahun melalui sebuah mekanisme sistem yang sudah diatur sedemikian rupa. Ada yang menyelenggarakan sebagaimana layaknya Pemilu, dengan menyediakan bilik suara, kotak suara, lembar pemilih, kampanya monologis dan dialogis, pemaparan visi misi dan program kerja, sampai ke model pemilihan yang sederhana yakni dengan mengenalkan para calon Ketua OSIS ke masing-masing kelas, diberi kesempatan berorasi 3-5 menit, kemudian para siswa yang ada di kelas disuruh memilih dengan cara menulis di kertas yang sudah disediakan panitia. Ada juga sistem rekrutmen pengurus OSIS yang berdasarkan intervensi (campur tangan) pihak sekolah. Maksudnya ialah Kepala Sekolah, Pembina OSIS atau Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sudah menentukan siapa-siapa saja yang berhak dan boleh menjadi Ketua dan pengurus OSIS tanpa harus melalui sistem pemilihan langsung. Yang pasti masing-masing memiliki sisi positif dan negatifnya.

Siapa saja yang boleh jadi Pengurus OSIS?
Pada prinsipnya siapapun boleh dan bisa jadi Ketua dan pengurus OSIS. Hanya saja mengingat tugas dan tanggung jawab pengurus OSIS itu berat dan cukup menyita perhatian akhirnya diadakan semacam seleksi untuk menentukan siapa saja yang boleh dan berhak jadi pengurus OSIS. Seleksi semacam ini memang penting karena citra baik sebuah sekolah salahsatunya tergantung pada imej yang dibangun oleh para pengurus OSIS nya melalui kegiatan-kegiatan yang mereka rancang dan lakukan.

Di MAN Kotabaru misalnya yang boleh jadi pengurus OSIS adalah mereka-mereka yang berstatus anak kelas XI dengan catatan mereka sudah pernah mengikuti kegiatan kepanitiaan yang diadakan oleh pengurus OSIS minimal sebanyak 3 kali. Diusahakan pula komposisi (jumlah dan susunan) pengurus OSIS harus seimbang dari segi keterwakilan kelas atau jurusan juga dari segi jenis kelamin. Artinya jangan sampai lebih banyak laki-laki dibanding perempuannya atau sebaliknya, serta jangan pula didominasi oleh kelas tertentu saja. Anak kelas XII sengaja tidak dilibatkan lagi dalam kepengurusan OSIS dengan pertimbangan mereka sebaiknya lebih berkonsentrasi pada persiapan menghadapi Ujian Nasional.

Masa kepengurusan OSIS idealnya dimulai dari sekitar bulan September sampai ke bulan Agustus tahun berikutnya. Pertimbangannya adalah tahun ajaran baru biasanya dimulai pada pertengahan Juli, sedang Agustus biasanya banyak disibukkan dengan kegiatan peringatan hari kemerdekaan RI dan pengenalan sekolah lebih lanjut (bagi siswa baru). Sehingga pada bulan September prosesi pemilihan Ketua dan Pengurus OSIS lebih mungkin dilaksanakan karena siswa baru pun selain sudah lebih mengenal satu sama lain, mereka juga akan lebih mengenal siapa saja kakak kelas mereka yang bakal menjadi calon ketua atau pengurus OSIS.

Fungsi
Salah satu ciri pokok suatu organisasi ialah memiliki berbagai macam fungsi. Demikian pula OSIS sebagai suatu organisasi memiliki beberapa fungsi dalam mencapai tujuan.
Sebagai jalur dari pembinaan kesiswaan, fungsi OSIS adalah :

 1.     Sebagai Wadah
Organisasi Siswa Intra Sekolah merupakan satu-satunya organisasi siswa yang resmi di sekolah dan sebagai wadah kegiatan para siswa di sekolah dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya tujuan pembinaan kesiswaan.

2.     Sebagai Motivator
Motivator adalah pendorong lahirnya keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan.
OSIS  sebagai motivator berperan untuk menggali minat dan bakat siswa  serta mengembangkannnya melalui kegiatan-kegiatan OSIS dan ekstrakurikuler.

3.     Sebagai Preventif
Apabila fungsi yang bersifat intelek dalam arti secara internal OSIS dapat menggerakkan sumber daya yang ada dan secara eksternal OSIS mampu mengadaptasi dengan lingkungan, seperti menyelelsaikan persoalan perilaku menyimpang siswa dan sebagainya. Dengan demikian secara preventif OSIS ikut mengamankan sekolah dari segala ancaman yang datang dari  dalam maupun dari luar. Fungsi preventif OSIS akan terwujud apabila fungsi OSIS sebagai pendorong lebih dahulu harus dapat diwujudkan.

C.     Tujuan
Setiap organisasi selalu memiliki tujuan yang ingin dicapai, begitu pula dengan OSIS ada beberapa tujuan yang ingin dicapai, antara lain :
1. Memahami,  menghargai lingkungan hidup dan nilai-nilai  dalam mengambil keputusan yang tepat.
2. Membangun landasan kepribadian yang kuat dan menghargai HAM dalam kontek kemajuan budaya bangsa.
3. Membangun, mengembangkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air dalam era globalisasi.
4. Memperdalam sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan kerjasama secara mandiri, berpikir logis dan demokratis.
5. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual.
6. Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani memantapkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

EKSTRA KURIKULER SENI LUKIS

PROFIL EKSTRAKULIKULER LUKIS
Visi dan Misi
Visi :
Terciptanya siswa yang kreatif, memiliki jiwa seni, cerdas, trampil, dan mandiri dalam menghadapi persaingan hidup di dalam kehidupan.

Misi :
·         Mewujudkan siswa yang terampil dalam berbagai bentuk seni lukis
·         Membangun semangat berkarya bagi siswa
·         Mempersiapkan generasi mandiri dan berpotensi dalam menghadapi tantangan hidup

 Tujuan :
·         Membentuk siswa yang bisa mandiri setelah lulus sekolah
·         Menjaga kelestarian seni Lukis
·         Mengasah kemampuan siswa di bidang seni lukis
·         Membekali keterampilan bagi siswa untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri

SusunanKepengurusan:
Pembina dan Pelatih: Bpk. Mei Cadika Prajayanto S.Pd.
KETUA                  : Jeofa Indrawan
SEKRETARIS        : Fenny Seftiana
BENDAHARA       : yayan septa c.
Anggota               : wisnu aji pangestu, triana, lucky dwi c., galuh maharani gandhi, novy

Program kerja :
PROGRAM KERJA
EKSKUL LUKIS SEMESTER GASAL
SMK 17 AGUSTUS 1945 TEGALDLIMO
TAHUN PELAJARAN 2014-2015

PELATIHAN DAN PEMBUATAN KOMIK “LIMBUK  SERI 1”

MINGGU PERTAMA:
-         Pembentukan Struktur  Organisasi
-         Pembentukan Kelompok Kerja
-         Pengenalan Krida Lukis Kaca serta Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
MINGGU KEDUA: Pembuatan sketsa
MINGGU KETIGA: Pemantapan Sketsa
MINGGU KEEMPAT: Editing/ perbaikan gambar dengan menggunakan photoshop
MINGGU KELIMA: Toning dan pemberian warna
MINGGU KEENAM: Melakukan pembendelan
MINGGU KETUJUH: Distribusi komik
MINGGU KEDELAPAN: Distribusi komik
MINGGU KESEMBILAN: ke perpustakaan dan persiapan untuk bazar
MINGGU KESEPULUH: Pameran dan bazar komik di SMP untuk PPDB
Cirebon, Juli 2014
                                                                                                       Pembina

                                                                                                      Mei Cadika P.


PROGRAM KERJA
EKSKUL LUKIS SEMESTER  GENAP
SMK 17 AGUSTUS 1945 TEGALDLIMO
TAHUN PELAJARAN 2014-2015

PELATIHAN MEMBUAT LUKISAN KANVAS BERBAHAN DASAR CAT AIR

MINGGU PERTAMA:
- Persiapan
- Evaluasi hasil kerja  Semester Gasal
MINGGU KEDUA: penjelasan tentang seni lukis, sejarah, komunitas dan budayanya
MINGGU KETIGA: belanja alat lukis dan perlengkapan lukis serta persiapan awal membuat kanvas
MINGGU KEEMPAT: pembuatan kanvas sederhana berbahan dasar cat tembok dan lem fox
MINGGU KELIMA: pembuatan sketsa lukis di kanvas
MINGGU KEENAM: pemberian warna/ pengecatan sketsa
MINGGU KETUJUH: melanjutkan pengecatan
MINGGU KEDELAPAN: melanjutkan pengecatan
MINGGU KESEMBILAN: finishing secara keseluruhan
MINGGU KESEPULUH:
Pameran Lukisan pada Minggu Tenang Setelah Ulangan Semester


PROGRAM KERJA
EKSKUL LUKIS SEMESTER  GASAL
SMK 17 AGUSTUS 1945 TEGALDLIMO
TAHUN PELAJARAN 2015-2016

PELATIHAN MEMBUAT LUKISAN KANVAS BERBAHAN DASAR AKRILIK

MINGGU PERTAMA:
·         Evaluasi hasil kerja  Semester Genap
·         Pembentukan Struktur  Organisasi
·         Pembentukan Kelompok Kerja
·         Pengenalan Krida Lukis Kaca serta Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
·         Persiapan
MINGGU KEDUA: penjelasan tentang seni lukis, sejarah, komunitas dan budayanya
MINGGU KETIGA: belanja alat lukis dan perlengkapan lukis serta persiapan awal membuat kanvas
MINGGU KEEMPAT: pembuatan kanvas sederhana berbahan dasar cat tembok dan lem fox
MINGGU KELIMA: pembuatan sketsa lukis di kanvas
MINGGU KEENAM: pemberian warna/ pengecatan sketsa
MINGGU KETUJUH: melanjutkan pengecatan
MINGGU KEDELAPAN: melanjutkan pengecatan
MINGGU KESEMBILAN: finishing secara keseluruhan
MINGGU KESEPULUH:
Pameran Lukisan pada Minggu Tenang Setelah Ulangan Semester ganjil






PROGRAM KERJA
EKSKUL LUKIS SEMESTER  GENAP
SMK 17 AGUSTUS 1945 TEGALDLIMO
TAHUN PELAJARAN 2015-2016

PELATIHAN MEMBUAT LUKISAN PAPAN UNTUK KAFE

MINGGU PERTAMA:
- Persiapan
- Evaluasi hasil kerja  Semester Gasal
MINGGU KEDUA: penjelasan tentang seni lukis papan
MINGGU KETIGA: belanja alat lukis dan perlengkapan lukis serta persiapan awal membuat kanvas
MINGGU KEEMPAT: pemakuan papan dan penghalusan papan
MINGGU KELIMA: mengecat dasar papan dengan cat tembok
MINGGU KEENAM: pembuatan sketsa
MINGGU KETUJUH: pengecatan sketsa
MINGGU KEDELAPAN: melanjutkan pengecatan
MINGGU KESEMBILAN: finishing secara keseluruhan
MINGGU KESEPULUH:
Penjualan lukisan ke pelukis yang memiliki pesanan serupa/ lukisan papan untuk kafe


PROGRAM KERJA
EKSKUL LUKIS SEMESTER  GASAL
SMK 17 AGUSTUS 1945 TEGALDLIMO
TAHUN PELAJARAN 2016-2017

MEMBUAT LUKISAN DI POHON SEKOLAH

MINGGU PERTAMA:
·         Evaluasi hasil kerja  Semester Genap
·         Persiapan
MINGGU KEDUA: belanja peralatan dan perlengkapan melukis pohon
MINGGU KETIGA: penjelasan teknik serta latihan mengecat di pohon dengan cat kayu
MINGGU KEEMPAT: pengecatan dasar dengan cat tembok warna putih
MINGGU KELIMA: pembuatan sketsa di pohon per anak 1 pohon (disesuaikan dengan kemampuan siswa)
MINGGU KEENAM: pengecatan sketsa
MINGGU KETUJUH: melanjutkan pengecatan
MINGGU KEDELAPAN: melanjutkan pengecatan
MINGGU KESEMBILAN: finishing secara keseluruhan
MINGGU KESEPULUH: lukisan pohon sudah siap menghiasi SMK


PROGRAM KERJA
EKSKUL LUKIS SEMESTER  GENAP
SMK 17 AGUSTUS 1945 TEGALDLIMO
TAHUN PELAJARAN 2016-2017

PELATIHAN MEMBUAT LUKISAN KANVAS BERBAHAN DASAR AKRILIK

MINGGU PERTAMA:
·         Evaluasi hasil kerja  Semester Genap
·         Pembentukan Struktur  Organisasi
·         Pembentukan Kelompok Kerja
·         Pengenalan Krida Lukis Kaca serta Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
·         Persiapan
MINGGU KEDUA: penjelasan tentang seni lukis, sejarah, komunitas dan budayanya
MINGGU KETIGA: belanja alat lukis dan perlengkapan lukis serta persiapan awal membuat kanvas
MINGGU KEEMPAT: pembuatan kanvas sederhana berbahan dasar cat tembok dan lem fox
MINGGU KELIMA: pembuatan sketsa lukis di kanvas
MINGGU KEENAM: pemberian warna/ pengecatan sketsa
MINGGU KETUJUH: melanjutkan pengecatan
MINGGU KEDELAPAN: melanjutkan pengecatan
MINGGU KESEMBILAN: finishing secara keseluruhan
MINGGU KESEPULUH:
Pemasangan lukisan untuk beberapa kelas dan ruang perpustakaan


EKSTRA KURIKULER BOLA VOLI

PROGRAM KERJA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI

I.                   LATAR BELAKANG
Permianan Bola Voli mmerupakan cabang olah raga yang paling banyak digemari oleh siswa di SMK Ciledug Al Musaddadiyah Garut. Oleh  karena tu kami ingin mengembangkan olah raga tersebut menjadi salah satu olah raga unggulan, sehingga nantinya anak  didik kami mempunyai keterampilan dan prestasi dibidang olah raga Bola Voli dan supaya anak didik kami mempunyai  kesiapan yang maksimal untuk mengikuti pertandingan Bola Voli yang akan diadakan dimasa yang akan datang.

II.                TUJUAN
1.      Untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
2.      Sebagai wadah untuk menampung/menyalurkan minat dan bakat siswa.
3.      Sebagai kreatifitas siswa dibidang olah raga.
4.      Untuk memupuk dan menumbuhkan sprotivitas
5.      Sebagai persiapan Tim dalam menghadapi pertandingan yang akan diikuti, baik tingkat Kecamatan ataupun Kabupaten.
6.      Sebagai bekal bagi siswa, apabila nanti mereka terjun di masyarakat.

III.             ANGGOTA
1.      Siswa yang memiliki minat dan bakat dalam Bola Voli.
2.      Siswa yang telah berhasil lulus dalam seleksi pemain di Kelas VII.
3.      Diutamakan siswa dari Kelas IX dan XI, karena siswa kelas IX dan XImerupakan siswa yang siap bertanding.

IV.             JADWAL LATIHAN
1.      Putra : Hari Selasa Pukul 13.30 s.d  16.00
2.      Putri  : Hari Kamis Pukul 13.30 s.d. 16.00

V.                TEMPAT LATIHAN
1.      Lapangan olahraga SMK Ciledug Al Musaddadiyah Garut
2.      Khusus untuk latihan stamina menggunakan lokasi di luar lingkungan sekolah.
3.      Bila diperlukan mengadakan latihan dengan sekolah lain

VI.             SARANA LATIHAN
1.      Lapangan Bola Voli 2 buah
2.      Net/Jaring 2 buah
3.      Bola Voli 6 buah
4.      Pluit 2 buah
5.      Kaos Tim 20 buah
Catatan :
-          Untuk keperluan latihan masih kekurangan Bola Voli 4 buah
-          Jaring/Net 2 buah
-          Pluit Fox 40 Classic buah

VII.          PEMBINA / PELATIHAN
1.      Guru Penjaskes : Wahyu Arisman SP.d
2.      Bila diperlukan mengundang pelatih dari luar.

VIII.       TARGET / SASARAN LATIHAN
1.      Menjadi Tim terbaik di wilayah Priangan Timur
2.      Menjadi juara ke-1 pada pertandingan Bola Voli se-Kab. Garut, untuk Tim Putra di Musadaddiyah.
3.      Menjadi juara Ke-1 pada pertandingan di Musadadiah se-Kab. Garut Untuk Tim Putri.
4.      Masuk ke babak semi final pada pertandingan se-Priangan Timur di Al – Masoem.

IX.             PENUTUP
Mudah-mudahan program unggulan Bola Voli ini akan tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran serta dukungan dari semua pihak yang terkait, terima kasih.
 

PROGRAN PENGEMBANGAN DIRI BOLA VOLI
SEMESTER I

No.
Pokom Bahasan/ Sub Pokok Bahasan
Pertemuan Ke
Ket.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
1
Pembinaan Fisik
1.1.  Latihan Kekuatan
1.2.  Latihan Reaksi
1.3.  Latihan Stamina
ü



ü



ü




20%
10%
20%















2
Teknik Dasar
2.1 Penjagaan dan pergerkana
2.2 Servise tangan bawah/atas
2.3 Passing tangan bawah/atas
2.4 Pukulan/Smesh/Spike
2.5 Blok/Bendungan

ü
ü


ü
ü






5%
5%
20%
15%
5%















3
Teknik Permainan
3.1 Posisi pemain
3.2 Rotasi pemain
3.3 Pergantian / Sulit Pemain
3.4 Pola penyerangan
3.5 Pola Pertahanan



ü




ü




5%
5%
5%
20%
15%















4
Peraturan Permainan Pertandingan










ü



50%















5
Uji Coba
5.1 Mengundang Tim Bola Voli dari sekolah lain.
5.2 Melawatt ke sekolah lain










ü
ü

25%
25%














50%

Keterangan :
  • Setelah selesai pemberian materi latihan fisik dan teknsik dasar diakhir dengan permainan bola voli.
  • Materi baru tercapau 50% tiap Sub Materi


PROGRAN PENGEMBANGAN DIRI BOLA VOLI
SEMESTER 2

No.
Pokom Bahasan/ Sub Pokok Bahasan
Pertemuan Ke
Ket.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
1
Pembinaan Fisik
1.4.  Latihan Kekuatan
1.5.  Latihan Reaksi
1.6.  Latihan Stamina
ü



ü



ü




40%
20%
40%














100%
2
Teknik Dasar
2.1 Penjagaan dan pergerkana
2.2 Servise tangan bawah/atas
2.3 Passing tangan bawah/atas
2.4 Pukulan/Smesh/Spike
2.5 Blok/Bendungan

ü
ü


ü
ü






10%
10%
40%
35%
10%














100%
3
Teknik Permainan
3.1 Posisi pemain
3.2 Rotasi pemain
3.3 Pergantian / Sulit Pemain
3.4 Pola penyerangan
3.5 Pola Pertahanan



ü




ü




10%
10%
10%
40%
30%














100%
4
Peraturan Permainan Pertandingan










ü



50%














100%
5
Uji Coba
5.1 Mengundang Tim Bola Voli dari sekolah lain.
5.2 Melawatt ke sekolah lain










ü
ü

50%
50%














100%

Keterangan :
  • Setelah selesai pemberian materi latihan fisik dan teknsik dasar diakhir dengan permainan bola voli.
  • Materi baru tercapau 50% tiap Sub Materi
URAIAN PROGRAM LATIHAN

  1. Kegiatan Awal (Apersepsi)
Sebelum dilaksanakan kegiatan inti terlebih dahulu diberikan pengarahan tentang materi yang akan disajikan, kemudian dilanjutkan dengan pemanasan yang gerakannya meliputi :
a.       Peregangan
Untuk otot dan persendian tangan, kaki, leher, dan punggung/pinggang
b.      Kelenturan
Untuk otot dan persendian tangan, kaki, leher, dan punggung/pinggang
c.       Lari
Mengelilingi lapangan Bola Volu dengan variasi gerakan

  1. Kegiatan Inti
    1. Latihan Fisik
1.      Latihan Kekuatan
v   Lari ditempat 10 fetik, kemudiian lari cepat 2 x 18 m
v   Lomcat ditempat 10x, kemudian sprint lari cepat 2 x 18 m
v   Lompat ke depan dengan variasi kaki  merapat dan terbuka/kangkang 2 x 18 m
v   Lompat zigzag dengan kaki rapat 2 x 18 m
v   Lompat kijang dengan variasi tangan 2 x 18 m
v   Squat Jump 10 x kemudian jalan bebek 18 m + Squat Jump 5 x kemudian Sprint 18 M.
v   Jongkok berdiri 15 x + loncat katak 18 m kemudian sprint 18 m
v   Lari memindahkan batu satu persatu dari jumlah 5 buah batu, dalam jarak 18 m, sebelum mengambil dan menyimpan squat jump masing-masing  5 x.
v   Gerakan turun naikmeja swedia sebanyak 50 x.
v   Kekuatan khusus : Squat Jump, Squat Tush, Sit Up, Pull Up, Back UP masing-masing 20 – 30 x.
2.      Latihan Reaksi
v   Duduk telunjur kemudian cium lutut, berdiri cepat dan sprint  18 m.
v   Tidur terlentang kemudiann sit up beridiri cepat dan sprint 18 m
v   Tidur terlungkup berbalik terlentang berdiri cepat dan sprint 18 m
v   Squat Trush membelakangi arah 5x, kemudian berbalik langsung sprint 18 m.
v   Sit Up membelakangi arah 5 x, kemudian berbalik langsung sprint 18 m.
v   Lari ditempat + loncat ditempat membelakangi arah 5 x, kemudian berbalik langsung sprint 18.
v   Lari maju dan mundur pada jarak 6  

3.      Latihan Stamina
·               Lari jarak jauh antara 5 s.d 10 Km ketentuan lari harus kontinyu artinya selama lari tidak boleh berhenti.
·               Lari yang lainnya adalah lari sprint di jalan tanjakan + 20 – 30 m sebanyak 5x.
·               Lari melintasi pematang sawah, yang posisi pematangya seperti tangga..



Keterangan :
Diakhir setelah latihan fisik dilakukan senam pelemasan/ pelepasan merupakan cara untuk mengurangi ketegangan pada oto dan persendian. Diantaranya:
ü  Duduk terlanjur berhadapan telapak kaki beradu dan tangan saling menarik bergantian.
ü  Berdiri beradu punggung kemudian badan diangkat bergantian.
ü  Duduk terlanjur kedua tangan ke depan dan digetarkan oleh teman bergantian.
ü  Tidur terlungkup kedua kaki disilangkan di atas pantat kemudian ditekan  bergantian..
ü  Tidur terlungkup kedua betis digetarkan bergantian
ü  Saling memijit dengan berpasangan

Latihan Dasar
1.      Teknik Dasar Penjagaan dan Pergerakan
Penjagaan
§  Penjagaan atas
Penjagaaan ini dilakukan saat istirhat/bola mati
§  Penjagaan tengah
Penjagaa ini dilakukan saat lawan melakukan Smesh
§  Penjagaan bawah
Penjagaan ini dilakukan saat lawan melakukan Spike
Pergerakan
Pergerakan dilakukan saat bola masuuk lapangan kita.Macam-macam pergerakan : pergerakan maju )ke depan), mundur (ke belakang), ke samping (samping kiri san kanan), bergerak  sesuai datangya bola.

2.      Teknik Dasar Service
Service bawah
Posisi badan menghadap arah sasaran, b ola dipegang dengan saatu tangan, sebelum dipukul bola terlebih dahulu di lambungkan ke atas, tangan yang memukul diayunkan ke belakang ke arah depan, perkenaan bola pada telapak tangan yang dikepalkan, kaki terbuka kangkang, badan relax. Service atas Posisi badan menghadap arah sasaran, salah satu kaki ke depan, bola dipegang dan dilambungkan dengan satu tangan, bola dipukul dengan gerakan tangan dari depan ke arah belakang atas depan, dengan possi tangan terbuka dibantu dengan cambukan pergelangan. Posisi badan relax..

3.      Teknik Dasar Passing
Passing bawah
Tempatkan badan pada posisi penjagaan tengah.
Badan  bergerak ke arah datangnya bola dan tempatkan badan sejangkauan tangan dari bola.
Kedua telapak tangan dirapatkan dengan psosisi ibu jari sejajar.
Perkenaan bola pada pergelangan tangan tidak bergerak aktif, gerakan hanya meluruskan kedua lutut, badang tetap membungkuk.

Passing atas
Tempatkan posisi badan di depan bawah bola, posisi kaki kangkang seperti hendak melangkah.
Kedua tangan di atas depan muka dengan ujung jari saling berhadapan dan terbuka.
Pergelangan tangan dan sikut membentuk 900.
Posisi  kaki agak jongkok, sebeluum menyentuh bola.
Pada saat menyentuh bola, tangan dan tungkai serentak diluruskan
Perkenaan bola pada jari-jari lainnya menjaga keseimbangan bola agar tidak beguling ke samping.
 
4.      Teknik Dasar Smesh/Spike
Jarak awalan dilakukan 3 s.d 5 langkah
Pada langkah kedua dari langkah terakhir, kedua tangan diayunkan  lurus ke   belakang, maka langkah harus lebih besar. Ayunkan kedua tangan lurus ke atas, dan dua kaki ditolakan dengan kuat ke lantai. Pada saar di udara tubuh melenting ke belakang. Saat mendarat dengan kedua kaki dan kedua lutut mengeper.

5.      Teknik Dsar Block (Bendungan)
Berdiri kangkang dibawah dekat net. Kedua lutut ditekuk dan punggung agak dibungkukkan. Bergerak ke arah bola yang akan dipukul oleh lawan, pandangan 25% bola 75% tangan lawan yang akan memukul bola.Loncat vertikal tanpa awalan langkah, dengan menolakan kaki sekuat mungkin ke lantai Kedua tangan dijangkaukan setinggi mungkin, untuk menutup arah jalannya bola

6.      Pola Permainan
6.1 Pola Penyerangan
            Penyerangan dalam permaina  bola voli  adalah suatu usaha dalam mengumpulkan angka (pont) dengan cara mematikan permainan lawan. Dengan demikian penyerangan adalah proses serangan terhadap lawan dapat dibangun dilapangn sendiri dan di akhir dengan pukulan smesh atau pukulan  tipuan maupun servise diarahkan kebagian lapangan lawan yang diperkirakan sulit untuk dijangkau lawan. Teknik penempatan bola seperti itu sangat mengutungkan. Apabila bola jatuh dilapangan permainan lawan yang kosong. Memungkinkan dapat mematikan permainan lawan. Sedangkan pukulan keras dan menukik tajam sulit untuk dikembalikan.

6.2 Pola Pertahanan
Pertahanan yang umum adalah melakukan block (bendungan) terhadap smesh/spike lawan. Memblocki adalah menahan laju bola secara langsung di atas permukaan net ketika lawan melakukan smesh atau spike.
Taktik peertahaan lain adalah posisi pemain dalam lapangan permainan. Setiap pemain harus menempati posisi yang telah ditentukan sesuai dengan intruksi pelatih. Pola pertahanan ini bisa dibentuk juga dengan berbagai formasi pemain, contoh : formasi 3 – 2 – 1, 3 – 2 – 1 dan 3-3. Prinsip pola pertahanan dengan formasi adalah agar kuat dan sulit ditembus oleh serangan lawan

MY MAP